Sabtu, 25 Maret 2017

Metodelogi Penelitian Tindakan Kelas (PTK)




BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah untuk memperoleh informasi  yang kita perlukan. Dalam makalah kali ini kami akan membahas tentang Study Kepustakaan dan Penelitian Tindakan Kelas. Dalam studi kepustakaan dilakukan sebelum pemilihan masalah, penelaah kepustakaan termasuk memperoleh ide tentang masalah apa yang paling terbaru untuk di rumuskan dalam penelitian dengan mengadakan survei terhadap data yang telah ada, si peneliti bertugas menggali teori- teori yang telah berkembang dalam bidang ilmu yang berkepentingan, mencari metode - metode serta teknik penelitian, baik dalam mengumpulkan data atau dalam menganalisa data, yang pernah di gunakan oleh peneliti terdahulu, memperoleh orientasi yang lebih luas dalam permasalahan yang di pilih, serta menghindarkan terjadinya duplikasi - duplikasi yang di inginkan.
Penelitian Tindakan Kelas secara langsung berkorelasi dengan upaya guru untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas kinerjanya, utamanya dalam proses pembelajaran di kelas. Banyak sekali persoalan yang dihadapi guru dalam kegiatan pembelajaran  yang ia hadapi, dan jika masalah tersebut tidak dapat diatasi maka akan menghambat tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari study kepustakaan?
2.      Apa pengertian dari tindakan kelas (PTK)?
3.      Bagaimana penyusunan proposal penelitian tindakan kelas?
1.3 Tujuan
1.      Untuk mengetahui makna dari study kepustakaan dan tindakan kelas.
2.      Untuk mengetahui penyususnan proposal penelitian tindakan kelas.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Studi Kepustakaan
Studi kepustakaan dapat diartikan sebagai suatu langkah untuk memperoleh informasi dari penelitian terdahulu yang harus dikerjakan, tanpa memperdulikan apakah sebuah penelitian menggunakan data primer atau data sekunder, apakah penelitian tersebut menggunakan penelitian lapangan ataupun laboratorium atau didalam museum.

Jadi yang dimaksud dengan studi kepustakaan adalah segala usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Studi kepustakaan merupakan langkah yang penting sekali dalam metode ilmiah untuk mencari sumber data sekunder yang akan mendukung penelitian dan untuk mengetahui sampai ke mana ilmu yang berhubungan dengan penelitian telah berkembang.[1]

Sumber Sekunder data dapat di peroleh langsung dari lapangan termasuk laboratorium. Ini disebut sumber primer. Sumber dari bahan bacaan disebut sumber sekunder. Sumber - sumber sekunder terdiri atas berbagai macam, dari surat pribadi, kitab harian, notula rapat perkumpulan, sampai dokumen - dokumen resmi dari berbagai instansi pemerintah.
Perpustakaan, setiap penelitian memerlukan bahan yang bersumber dari perpustakaan. Bahan ini meliputi buku-buku, majalah-majalah, pamphlet dan bahan dokumentar lainnya. Sumber perpustakaan di perlukan :
Untuk mengetahui apakah topic penelitian kita telah diselidiki orang lain
a.       Sebelumnya, sehingga pekerjaan kita tidak merupakan duplikasi
b.      Untuk mengetahui hasil penelitian orang lain dalam bidang penelitian kita, sehingga kita dapat memanfaatkan bagi penelitian kita.
c.       Untuk memperoleh bahan yang mempertajam orientasi dan dasar teoritis kita tentang masalah penelitian kita.
d.      Untuk memperoleh informasi tentang teknik - teknik penelitian yang telah di terapkan.[2]
Sitem pelayanan perpustakaan secara umum di bagi menjadi dua :
a.       Sistem tertutup
Pada pelayanan tertutup pembaca tidak dapat langsung ke rak buku untuk memilih buku atau bacaan lainya, pembaca hanya dapat mengetahui koleksi yang ada pada perpustakaan tersebut melalui katalog. Si bembaca hanya dapat mencatat nomer atau literatur yang diinginkan dan meyerahkna pada petugas, petugas yang mancarikan buku di rak.dan petugaslah yang menyerahkan pada pembaca.
b.      Sistem terbuka
Jika perpustakaan tersebut menganut sistem terbuka, si bembaca dapat langsung menuju ke rak buku, Biasanya susuna buku pada rak berdasarkan topik umum, Pada sistem ini si pembaca dapat melihat langsung dan mendapatkan bahan yang dia cari. Resiko pada perpustakaan terbuka ini adalah tidak adanya jaminan bahwa buku –buku atau bahan lainya akan terbawa oleh si pembaca.[3]

Isi studi kepustakaan dapat berbentuk kajian teoristis yang pembahasannya dapat di fokuskan pada informasi sekitar permasalahan penelitian yang hendak dipecahkan melalui penelitian. Misalnya, jika seorang peneliti hendak mengungkapkan tentang pengaruh prestasi belajar di lihat dari faktor - faktor : hubungan anak dengan orang tua, dan status orangtua, maka peneliti dapat melakukan studi kepustakaan yang berhubungan dengan : teori sosiologi, dan psikologi pendidikan anak dalam peranan orangtua, dan jenis pekerjaan.[4]

2.2 Pengertian Penelitian tindakan Kelas
Penelitian tindakan kelas atau PTK (Classroom Action Research) memiliki peranan yang sangat penting dan strategis untuk meningkatkan mutu pembelajaran apabila di implementasikan dengan baik dan benar.  Penelitian tindakan kelas merupakan bagian dari penelitian tindakan (action research), dan penelitian tindakan ini bagian dari penelitian pada umumnya.
Penelitian tindakan kelas dapat juga diartikan suatu kegiatan ilmiah yang di lakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan cara merancang, melaksanakan, mengamati, dan merefleksikan tindakan melalui beberapa siklus secara kolaboratifdan pertisipatif yang bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu proses pembelajaran di kelas.[5]
Jenis penelitian ini harus di lakukan di dalam bidang pengembangan organisasi, management, kesehatan pendidikan dan sebagainya. Di bidang pendidikan penelitian ini dapat dilakukan pada skala makro maupun mikro. Dalam skala mikro misalnya di lakukan di dalam kelas waktu berlangsungnya suatu kegiatan belajar-mengajar untuk suatu pokok bahasa tertentu pada suatu mata pelajaran.
Ada beberapa alasan mengapa PTK merupakan suatu kebutuhan bagi seorang guru untuk meningkankan profesionalisme seorang guru.
1.      PTK sangat kondusif untuk membuat guru menjadi peka dan tanggap terhadap dinamika pembelajaran di kelasnya. Para guru menjadi reflektif dan kritis terhadap apa yang ia dan muridnya lakukan.
2.      PTK dapat meningkatkan kinerja guru sehingga menjadi professional. Guru tidak lagi sebagai seorang pratisi, yang sudah merasa puas terhadap apa yang di kerjakan selama bertahun-tahun tanpa ada upaya perbaikan dan inovasi. Namun juga sebagai penelitin bidangnya.
3.      Dengan melaksanakan tahap-tahap dalam PTK, guru mampu memperbaiki proses pembelajaran mengenai suatu kajian yang dalam terhadap apa yang terjadi di kelasnya. Tindakan yang di lakukan guru semata-mata didasarkan pada masalah actual dan factual yang berkembang di kelasnya.
4.      Pelaksanaan PTK tidak mengganggu tugas pokok seorang guru karena dia tidak perlu meninggalkan kelasnya. PTK merupakan suatu kegiatan penelitian yang terintegrasi dengan pelaksanaan proses pembelajaran.
5.      Dengan melaksanakan PTK guru menjadi kreatif karena selalu dituntut untuk melakukan upaya-upaya inovasi sebagai implementasi dan adaptasi berbagai teori dan teknik pembelajaran serta bahan ajar yang di pakainya. Dalam setiap kegiatan, guru diharapkan dapat mencermati kekurangan dan mencari berbagai upaya sebagai pemecahan. Guru diharapkan dapat menjiwai dan selalu “ber PTK”.[6]
 Adapun karakteristik dan tujuan penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut :
1.      Masalah yang di teliti adalah masalah rill atau nyata dari dunia kerja peneliti atau yang ada dalam kewenangan atau tanggung jawab peneliti.
2.      Berorientasi pada pemecahan masalah. PTK yang di lakukan sebagai untuk memecahkan masalah  yang di hadapi oleh vuru dalam PBM di kelasnya melalui suatu tindakan tertentu sebagai upaya menyempurnakan proses pembelajaran di kelasnya.
3.      Berorintasi pada peningkatan mutu.
4.      Ciclic (siklus)konsep tindakan action, dalam PTK di terapkan melalui urutan beberapa tahap daur ulang. Siklus PTK terdiri dari empat tahapan, yakni perencanaan tindakan, melakukan tindakan, pengamatan atau observasidan analisis atau refleksi.
5.      Action oriented, tindakan dalam PTK adalah sebagai alat atau cara untuk memperbaiki masalah dalam PBM yang di hadapi guru di kelas.
6.      Pengkajian terhadap dampak tindakan.
7.      Specific contextual
8.      Dilaksanakan secara kolaboratif dan bermitra dengan pihak lain
9.      Peneliti sekaligus sebagai praktisi yang melakukan refleksi, refleksi yaitu mulai dari mengevaluasi tindakan sampai dengan memutuskan masalah itu tuntas atau perlu tindak lain dalam siklusnya.
10.  Dilaksanakan dalam rangkaian langkah dengan beberapa siklus dimana dalam satu siklus terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.
Sedangkan tujuannya adalah :
1.      Untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di dalam kelas yang diambil langsung dalam interaksi aantara guru dengan siswa yang sedang belajar, meningkatkan profesionalisme seorang guru, dan menumbuh kembangkan budaya akademik di kalangan guru.
2.      Peningkatan kualitas praktik pembelajaran di kelas secara terus-menerus mengingat masyarakat berkembang secara cepat.
3.      Peningkatan relevansi pendidikan.
4.      Sebagai alat training in-service yang melengkapi guru dengan skill dan metode baru, mempertajam kekuatan analisisnya dan mempertinggi kesadaran dirinya.
5.      Alat penambahan memasukkan keinovativan dalam pembelajaran.
6.      Peningkatan mutu hasil pendidikan melalui perbaikan praktik pembelajaran di kelas dengan mengembangkan berbagai jenis keterampilan dan meningkatkan motivasi belajar siswa.
7.      Meningkatkan sikaf profesionalisme pendidik dan tenaga pendidikan.
8.      Menumbuh kembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah.
9.      Peningkatan efesiensi pengelolaan pendidikan.[7]
Jenis-jenis penelitian :
1.      Munurut tujuannya antara lain :
a)      Penelitian explorative yang di lakukan oleh penelitian untuk mengetahui sesuayu dengan cara menggali atau mengexpor
b)      Penelitian dekskriptif, dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan informasi atau data tentang fenomena yang di teliti, misalnya kondisi sesuatu atau kejadian, atau factor-faktor terjadinya sesuatu.
c)      Penelitian experiment, adalah penelitian yang di lakukan untuk meneliti yang di lakukan untuk mengetahui akibat dari adanya perlakuan yang dilakukan dengan sengaja pada subjek. Dengan kata lain penelitian experiment ini di lakukan untuk mengetes suatu hipotesis.
d)     Penelitian evaluasi, adalah penelitian yang di lakukan untuk mengetahui keterlaksaan suatu kebijakan. Jika ada hambatan, dapat di ketahui apa hambatan tersebut kemudian dapat menentukan cara-cara dalam rangka mengatasi hambatan yang di maksud.

2.      Menurut model penelitiannya, di bedakan menjadi dua jenis yaitu :
a)      Penelitian kuantitatif, yang di lakukan dengan cara menggambarkandata dalam bentuk angka-angka yang sifatnya kuntitatif, sehingga dapat di gunakan untuk meramalkan kondidi yang lebih luas yaitu populasi dan masa yang akan datang.
b)      Penelitian kualitatif yang di lakukan secara cermat, mendalam dan rinci sehingga dapat mengumpulkan data yang sangat lengkap dan dapat menghasilkan informas yang dapat menunjukkan kualitas sesuatu.

3.      Menurut keberadaan atau tersedianya data, di bedakan menjadi :
a)      Penelitian experiment, seperti sudah disebutkan, di lakukan penelitian untuk memunculkan perlakuan atautratment, jadi penelitian experiment belum tersedia sebelum perlakuan di lakukan.
b)      Penelitian non eksperimen, penelitian yang dilakukan terhadap data yang sudah adaatau tersedia tanpa ditimbilkan oleh adanya perlakuan atau treatment. Dalam penelitian eksperimen ini penelitian mencermati dampak atau akibat dari pemberia sebuah perlakuan.[8]

2.3 Praktik Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Kelas
Proposal merupakan jalan pikiran tertulis dan masih merupakan rancangan kegiatan penelitian yang bersifat tentative. Dalam garis besarnya proposal PTK memuat :
1.      Judul Penelitian
Judul PTK harus di rumuskan secara singkat, padat, spesifik, dan tidak memberi kemungkinan penafsiran yang beragam, serta mencerminkan permasalahan pokok yang akan di pecahkan.
2.      Bidang Kajian
Sebutkan dengan jelas bidang kajian yang akan di teliti dalam PTK secara umum misalnya bidang ppendidikan, bidang social, bidang agama, dan lain-lain. Sedangkan secara khusus dapat di sebutkan bidang studi dan bagian-bagian yang di teliti, seperti media pembelajaran, metode pembelajaran, dan penilaian pembelajaran.
3.      Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah berisi tentang uraian keresahan, kepenasaan, dan hal-hal yang mendorong penelitian tersebut dilakukan. Tentang mengapa masalah tersebut perlu di teliti, pentingnya masalah dan mendesak untuk di pecahkan, serta dapat di laksanakan sesuai dengan waktu yang tersedia, biaya, dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian, dan lain-lain.
4.      Identifikasi dan Perumusan Masalah
Identifikasi masalah merupakan kegiatan untuk mendeteksi, melacak, dan menjelaskan berbagai aspek permasalahan yang berkaitan dengan topic penelitian dan masalah yang akan di teliti.
5.      Cara Memecahkan Masalah
Cara memecahkan masalah adalah cara, prosedur, atau tindakan yang akan dilakukan dalam pemecahan masalah dalam PTK dimulai dengan menguraikan alternative tindakan yang akan dilakukan, dengan pendekatan yang sesuai kaidah penelitian tindakan kelas. Cara memecahkan masalah di tentukan berdasarkan akar masalahnya, yang dirumuskan dalam bentuk tindakan action sebagai solusi terhadap masalah yang di hadapi.
6.      Hipotesis Tindakan
Hipotesis tindakan merupakan jawaban sementara terhadap masalah yang dihadapi, sebagai alternaif tindakan yang dipandang paling tepat untuk memecahkan masalah yang telah dipilih untuk di teliti melalui PTK.
7.      Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Tujuan PTK dirumuskan berdasarkan topic atau masalah penelitian tujuan PTK merupakan keinginan peneliti atas hasil tindakan dengan mengetengahkan indicator-indikator yang hendak ditemukan, terutama yang berkaitan dengan variable penelitian.
8.      Kajian Teori
Dalam PTK teori-teori yang relevan dapat digunakan untuk menjelaskan masalah penelitian, sebagai dasar mrngembangkan pedoman penelitian. Oleh karena itu kajian teori memegang peranan sangat penting dalam membangun kerangka pikir atau konsep yang akan di gunakan dalam penelitian. Kajian teori dapat berupa kutipam, definisi masalah penelitian, dan penemuan penelitian sebelumnya yang mengungkap teori, penemuan, dan penelitian yang relevan dan mengandung pilihan untuk memecahkan masalah PTK.
9.      Rencana dan Prosedur Penelitian
Rencana dan Prosedur penelitian PTK menguraikan berbagai metode dan prosedur yang akan ditempuh, sifatnya operasional dan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan dalam penelitian.
10.  Jadwal Kegiatan
Jadwal kehiatan merupakan urutan kerja mulai dari awal sampai penyusunan laporan PTK. Jadwal kegitan tersebut mencakup kegiatan apa saja yang akan dilakukan dan kapan pelaksanaannya.
11.  Pembiyayaan
Perinci dengan jelas semua biaya yang di perlukan untuk PTK yang akan dilakukan. Rencana pembiyayaan ini lebih baik jika di tampilkan dalam bentuk table sehingga mudah di pahami oleh berbagai pihak yang berkepentingan.
12.  Personalia penelitian
Tuliskan tim peneliti yang terlibat dalam PTK disertai dengan rincian tugas masing-masing.
13.  Daftar Pustaka
Tuliskan bahan-bahan pustaka yang di jadikan rujukan dalam PTK yang diusulkan.
14.  Lampiran-lampiran
Lampirkan bahan-bahan yang di perlukan dalam PTK antara lain :
a)      Silabus
b)      Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
c)      CD pembelajaran
d)     Lembar Kerja Siswa (LKS)
e)      Soal pre dan pos tes
f)       Dafat riwayat hidup peneliti.[9]


[1] Ph.D, Nazir, Moh. Metode Penelitian, (Jakarta : Ghalia Indonesia : 2006), hal.116

[2] S Nasution, Metode Research, (Jakarta : Bumi Aksara,2011) hal146
[3] Ibid, Nazir, Moh, hal.120
[4] Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta : Bumi Aksara,2011), hal.38
[5] Kunandar, Penelitian TIndakan Kelas, (Jakarta : PT Grafindo Persada,2008), hal.46
[6] Zainab Aqib, Penelitian Tindakan Kelas, (Bandung : Yrama Widya, 2009), hal.13-14
[7] Ibid, Kunandar, hal.58-64
[8] Ibid, Zainal Aqib, hal.14-16
[9] Mulyasa, Praktik Penelitian Tindakan Kelas, (Bandung : Remaja Rosdakarya,2009), hal.59-74

Tidak ada komentar:

Posting Komentar