Minggu, 08 Januari 2017

UAS SUPERVISI PENDIDIKAN



TUGAS UAS SUPERVISI PENDIDIKAN
NAMA            : RAHMA NUR RANI
NPM               : 1411010167
KELAS           : PAI C / SEMESTER 5
DOSEN          : Dr. Agus Pahrudin, M.Pd

1.      Jelaskan hal – hal berikut ini!
a.      Jelaskan pengertian supervisi pendidikan menurut para ahli?
Berikut penjelasan mengenai pengertian supervise menurut para ahli:
·         Good Carter, menyatakan supervise adalah usaha dari petugas – petugas sekolah dalam memimpin guru - guru dan petugas lainnya, dalam memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulir, menyeleksi, pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru - guru dan merevisi tujuan - tujuan pendidikan, bahan - bahan pengajaran, dan metode mengajar dan evaluasi pengajaran.[1]
·         Kimbal Wiles, menyebutkan supervise modern dirumuskan sebagai berikut : ”supervision is assistance in the development of a better teaching learning situation” yaitu suatu bantuan dalam pengembangan peningkatan situasi belajar mengajar yang lebih baik.[2]
·         Wilem Mantja, mengatakan supervise di artikan sebagai kegiatan supervisor yang di lakukan untuk perbaikan proses belajar mengajar. Ada 2 tujuan yang harus di wujudkan oleh supervise, yaitu: perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan.
·         Purwanto menyatakan bahwa supervise adalah suatu aktivitas pembinaan yang di rencanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah dalam melakukan pekerjaan secara efektif.[3]
·         Dalam bukunya, Adam dan Dicky mendefinisikan supervisi adalah program yang berencana untuk memperbaiki pengajaran. Program itu pada hakikatnya adalah perbaikan hal belajar dan mengajar.[4]
b.      Apa yang di maksud supervisi akademik dan supervisi manajerial!
Supervisi akademik adalah fungsi supervisi yang berkenaan dengan aspek pembinaan dan pengembangan kemampuan profesional guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan bimbingan di sekolah. Hal tersebut dapat dilalaksanakan melalui kegiatan tatap muka atau non tatap muka, melalui kegiatan sebagai berikut:
·         Pembinaan
·         Tujuan :
Ø  Meningkatkan pemahaman kompetensi guru terutama kompetensi pedagogik dan kompetensi profesionalisme (Tupoksi guru, Kompetensi guru, pemahaman kurikulum)
Ø  Meningkatkan kemampuan guru dalam pengimplementasian Standar isi, standar proses, standar kompetensi kelulusan dan standar penilaian (pola pembelajaran KTSP, pengembangan silabus dan RPP, pengembangan penilaian, pengembangan bahan ajar dan penulisan butir soal)
Ø  Meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun Penelitian Tindakan Kela (PTK)

Supervisi manajerial atau pengawasan manajerial merupakan fungsi supervisi yang berkenaan dengan aspek pengelolaan sekolah yang terkait langsung dengan peningkatan efisiensi dan efektifitas sekolah yang mencangkup perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, penilaian, pengembangan kompetensi sumber daya tenaga pendidik, dan kependidikan (Sudjana dkk, 2011:21). Sasaran supervisi manajerial adalah membantu kepala sekolah dan staf sekolah lainnya dalam mengelola administrasi pendidikan, seperti:
·         Administrasi kurikulum
·         Administrasi keuangan
·         Administrasi sarana prasarana/perlengkapan
·         Administrasi personal atau ketenagaan
·         Administrasi kesiswaan
·         Administrasi hubungan sekolah dan masyarakat
·         Administrasi budaya dan lingkungan sekolah
·         Aspek-aspek administrasi lainnya dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

c.       Jelaskan prinsip – prinsip supervise pendidikan!
Prinsip – prinsip supervise, adalah:
1.      Praktis, artinya mudah dikerjakan sesuai kondisi sekolah.
2.      Sistematis, artinya dikembangkan sesuai perencanaan program supervise yang matang dari tujuan pembelajaran.
3.      Obyektif, artinya masukan sesuai aspek - aspek instrument
4.      Realistis, artinya berdasarkan kenyataan sebenarnya.
5.      Antisipatif, artinya mampu menghadapi masalh - masalah yang mungkin akan terjadi.
6.      Konstruktif, artinya mengembangkan kreativitas dan inovasi guru dalam mengembangkan proses pembelajaran.
7.      Kooperatif, artinya ada kerjasama yang baik antara supervisor dan guru dalam mengembangkan pembelajaran.
8.      Kekeluargaan, artinya mempertimbangkan saling asah, asih, asuh dalam mengembangkan pembelajaran.
9.      Demokratis, artinya supervisor tidak boleh mendominasi pelaksanaan supervise akademik.
10.  Aktif, artinya supervisor dan guru aktif dalam berpartisipasi
11.  Humanis, artinya mampu mencipatak hubungan kemanusiaan yang harmonis, terbuka, jujur antusias dan penuh humor.
12.  Berkesinambungan dan terpadu
13.  Komprehensif[5]

d.      Jelaskan dimensi – dimensi substansi supervise akademik dan supervise manajerial!
Dimensi substansi Supervisi Manajerial
a)      Menguasai metode, teknik dan prinsip - prinsip supervisi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.
b)      Menyusun program kepengawasan berdasarkan visi, misi, tujuan dan program pendidikan di sekolah.
c)      Menyusun metode kerja dan instrumen yang diperlukan untuk melak-sanakan tugas pokok dan fungsi pengawasan di sekolah.
d)     Menyusun laporan hasil-hasil pengawasan dan menindaklanjutinya untuk perbaikan program pengawasan berikutnya di sekolah.
e)      Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi satuan pendidikan berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
f)       Membina kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan bimbingan konseling di sekolah.
g)      Mendorong guru dan kepala sekolah dalam merefleksikan hasil - hasil yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya di sekolah.
h)      Memantau pelaksanaan standar nasional pendidikan dan memanfaatkan hasil-hasilnya untuk membantu kepala sekolah dalam mempersiapkan akreditasi sekolah.
Dimensi substansi Supervisi Akademik
a)      Memahami konsep, prinsip, teori dasar, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan tiap bidang pengembangan di sekolah.
b)      Memahami konsep, prinsip, teori/teknologi, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan proses pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di sekolah.
c)      Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap bidang pengembangan di sekolah atau mata pelajaran di sekolah/madrasah berlandaskan standar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar, dan prinsip-prinsip pengembangan KTSP.
d)     Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa melalui bidang pengembangan di sekolah.
e)      Membimbing guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk tiap bidang pengembangan di sekolah.
f)       Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/ bimbingan (di kelas, laboratorium, dan/atau di lapangan) untuk mengembangkan potensi siswa pada tiap bidang pengembangan di sekolah.
g)       Membimbing guru dalam mengelola, merawat, mengembangkan dan menggunakan media pendidikan dan fasilitas pembelajaran/ bimbingan tiap bidang pengembangan di sekolah.
h)      Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran / bimbingan tiap bidang pengembangan di sekolah.
2.      Jelaskan metode – metode dan tekhnik supervise akademik dan manajerial!
a)      Metode dan tekhnik supervise akademik
Ada beberapa metode dan tekhnik supervise yang dapat di lakukan pengawas, tekhnik tersebut dapat di bedakan yakni bersifat individu dan bersifat kelompok. Tekhnik yang bersifat individu adalah pelaksanaan supervise yang diberikan kepada guru tertentu yang mempunyai masalah khusus atau perorangan. Sedangkan yang bersifat kelompok yakni cara pelaksanaan supervise terhadap sekelompok orang yang dilaksanakan bersama - sama oleh supervisor dengan sejumlah guru dalam suatu kelompok meliputi pertemuan orientasi bagi guru baru, rapat guru, dsb.[6]
Berikut metode atau tekhnik yang digunakan :
·         Kunjungan kelas
·         Pembicaraan individual
·         Diskusi kelompok
·         Observasi kelas
·         Demonstrasi mengajar
·         Loka Karya
·         Bulletin Supervisi
b)      Metode dan tekhnik supervise manajerial
Supervise manajerial menitiberatkan pada pengamatan aspek - aspek pengelolaan dan administrasi sekolah yang berfungsi sebagai pendukung.
Ada beberapa metode dalam pelaksanaan supervise manajerial, yaitu:
·         Monitoring dan evaluasi
·         Refleksi dan focus Group Disscusion
·         Metode Delpi
3.      Supervise klinik:
a.      Jelaskan konsep supervise klinik!
Supervise klinis dikaitkan dengan istilah “klinik” dalam dunia kedokteran. Dalam supervise klinis guru disamakan dengan pasien, sedangkan pengawas disamakan dengan dokter.
Kelebihan supervises klinis dibandingkan dengan pengobatan dokter adalah bahwa supervisor tidak langsung memberikan obat seperti dokter, tetapi mengajak guru untuk berdiskusi, mungkin guru memiliki gagasan tersendiri untuk mengatasi masalahnya.[7]
Supervise klinis sebagai suatu sistem instruksional yang menggambarkan prilaku supervisor yang memberi dukungan, membantu dan melayani guru unruk meningkatkan hasil kerja guru dalam mendidik siswa.
Pada dasarnya tujuan umum supervise klinis adalah :
·         Memberi tekanan pada proses pembentukkan dan pengembangan professional.
·         Memberi respon terhadap pengertian utama serta kebutuhan guru yang berhubungan dengan tugasnya.
·         Menunjang pembaharuan pendidikan serta untuk memerangi kemerosotan
·         Siswa dapat belajar dengan baik agar tujuan pendidikan dapat tercapai dengan maksimal.
·         Kunci untk meningkatkan kemampuan professional guru.
Sedangkan tujuan khusus supervise klinis antara lain:
·         Menyediakan feedback yang objektif dari kegiatan guru yang baru saja dilaksanakan
·         Mendiagnosis, membantu memecahkan masalah mengajar
·         Membantu guru mengembangkan kemampuan dan keterampilan
·         Sebagi dasar untuk menilai guru dalam kemajuan pendidikan, promosi, jabatan atau pekerjaan mereka
·         Membantu guru untuk mengembangkan sifat positif terhadap pengembangan diri secara terus menerus.[8]
b.      Jelaskan prosedur supervise klinik!
Adapun langkah - langkah dalam supervise klinis ialah:
·         Tahap pertemuan awal ( pra- observasi)
Langkah yang perlu diperhatikan pada tahap ini, adalah:
a)      Supervisor menciptakan suasana yang akrab bagi guru.
b)      Supervisor dengan guru membahas rencana pembelajaran yang di buat guru untuk menyepakati aspek mana yang menjadi focus perhatian supervise, serta menyempurnakan rencana pembelajaran tersebut.
c)      Supervisor bersama guru menyusun instrument observasi yang akan digunakan.[9]
·         Tahap Observasi
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam observasi, adalah:
a)      Supervisor menempati tempat yang telah disepakati bersama.
b)      Catatan observasi harus rinci dan lengkap.
c)      Observasi harus terfokus pada aspek yang telah di sepakati.[10]
·         Tahap akhir (feedback)
Pada tahap ini observasi didiskusikan secara terbuka antara kepala sekolah dengan guru. Adapun hal - hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut:
a)      Supervisor memberikan penguatan terhadap penampilan guru
b)      Kepala sekolah mengajak guru menelaah tujuan pembelajaran kemudian aspek pembelajaran yang menjadi focus perhatian dalam supervise.
c)      Menanyakan perasaan guru tentang jalannya pelajaran.
d)     Supervisor menunjukkan data hasil observasi yang telah di analisis dan di interpretasikan.
e)      Supervisor menanyankan kepada guru bagaimana pendapatnya terhadap data hasil observasi dan analisisnya.
f)       Secara bersama menentukan rencana pembelajaran selanjutnya.

4.      Bagaimana gambaran pengawas / supervise pada masa lalu dan masa kini!
Untuk faktor leadership misalnya, dulu sering pengawas itu berprilaku seolah sedang menyampaikan dogma tertentu, sulit berdiskusi yang dua arah. namun sekarang, pengawas harus mampu menginspirasi banyak orang di sekolah binaannya, agar terus berbuat yang terbaik bagi profesi yang sedang diemban. 
Pengawas jaman dulu juga terbawa gaya menjaga stabilitas, sehingga kalau observasi kelas akan senang saat menjumpai kelas yang tenang, adem, gak ribut, walaupun di dalam kelas kadang siswa sedang tertidur sekalipun. Stabilitas identik dengan ketenangan. Tapi pengawas sekarang beda, kami sudah faham tentang model-model pembelajaran, kami juga diajarkan paradigma baru pendidikan yang telah berubah dari teaching menjadi learning. Sehingga akan senang kalau ada kelas yang ribut, berarti ada learning di dalam kelas itu, diskusi, bermain peran, demonstrasi, atau memang sedang praktek membuat drama yang skenarionya perang teluk.
Fokus pengawas saat ini pada akhirnya memang pendampingan individu. Setiap guru harus bisa dipastikan pernah mendapatkan pembinaan dari pengawasnya. Hal ini berbeda dengan pengawas jaman dulu, yang umumnya cuma sampe di ruang kepala sekolah.

5.      Jelaskan:
a.      Kompetensi apa yang harus di miliki oleh pengawas:
Untuk dapat melaksanakan peran-peran tersebut, supervisor harus memilik beberapa kompetensi dan kemampuan pokok, yaitu berkaitan dengan subtantive aspect of professional development, dan professional development competency areas. Berkaitan dengan hakikat pengajaran, supervisor harus memahami keterkaitan berbagai variabel yang berpengaruh.
a)      faktor-faktor organisasional terutama budaya organisasi dan keberadaan tenaga profesioanal lainnya dalam lembaga pendidikan,
b)      berkaitan dengan pribai guru berkaitan dengan pribadi guru, menyangkut pengetahuan guru, kemmapuan membuata perencanaan dan mengambil keputusan, motivasi kerja, tahapan perkembangan atau kematangan dan keterampilan guru,
c)      berkaitan dengan support system dalam pengajaran yaitu kulrikulum, berbagai buku teks, serta ujian-ujian,
d)     siswa sendiri yang keberadaannya di dalam kelas sangat bervariasi. Dalam hal adult development, supervisor harus menegtahui tahapan perkembanagan dan kematangan kerja seorang guru, tahapan perkembangan moral, tahapan pengembangan profesional, serta berbagai prinsip dab teknik pembelajaran orang dewasa. Supervisor harus mengetahui ukuran kemajuan dan ke efektifan sebuah sekolah. Hal ini merupakan muara dari kegiatan yang dilakukan bersama para guru dan kepala sekolah. Selain berkaitan dengan pembelajaran di dalam kelas, supervisor juga harus siapmembantu kepala sekolah dalam bidang manajerial secara umum[11]
b.      Tanggung jawab pengawas:
·         Terlaksananya kegiatan supervisi/pengawasan atas pelaksanaan pendidikan di sekolah/madrasah sesuai dengan penugasannya pada TK, RA, BA, SD/MI atau SMP/MTs, SMU/SMK/MA, MAK dan MD.
·          Meningkatnya kualitas proses belajar mengajar dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan di sekolah, termasuk kualitas pendidikan agama.
·         Meningkatnya kualitas guru, siswa, kepala sekolah/madrasah dan seluruh staf sekolah yang berada dibawah wilayah pembinaannya.
·         Meningkatnya kualitas dan kuantitas sarana pendidikan di sekolah/madrasah di wilayah pembinaannya.
·         Terhimpunnya data lengkap tentang:
a)      Jumlah sekolah umum/madrasah,
b)      Jumlah guru, baik NIP 15 maupun NIP 13
c)      Jumlah siswa muslim dan non muslim
d)     Jumlah sekolah yang memiliki ruang ibadah dan yang belum memiliki,
e)      Jumlah pengawas, dll.

c.       Kewenangan pengawas:
Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pengawas sekolah, setiap pengawas memiliki kewenangan dalam menjalankan tugasnya. Beberapa kewenangan yang ada pada pengawas adalah kewenangan untuk:
·         Bersama pihak sekolah yang dibinanya, menentukan program peningkatan mutu pendidikan di sekolah binaannya.
·         Menyusun program kerja/agenda kerja kepengawasan pada sekolah binaannya dan membicarakannya dengan kepala sekolah yang bersangkutan,
·         Menentukan metode kerja untuk pencapaian hasil optimal berdasarkan program kerja yang telah disusun.
·         Menetapkan kinerja sekolah, kepala sekolah dan guru serta tenaga kependidikan guna peningkatan kualitas diri dan layanan pengawas.

d.      Manfaat apa yang diharapkan dari hasil pengawasan:
Menurut Harahap manfaat dari supervise ialah:
·         Dapat menemukan kegiatan yang sudah dan yang belum sesuai dengan tujuan
·         Dapat memberikan keterangan tentang apa yang perlu di benahi terlebih dahulu
·         Dapat mengetahui petugas - petugas seperti guru, kepala sekolah, pegawai tata usaha dan penjaga sekolah yang perlu di tata
·         Dapat mengetahui petugas yang belum dig anti
·         Dapat mengetahui buku - buku yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran
·         Dapat mengetahui kelemahan kurikulum
·         Dapat meningkatkan mutu proses belajar mengajar
·         Dapat memertahankan sesuatu yang sudah baik[12]
e.       Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam pengawasan:
·         Pengawasan sekolah hendaknya mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan kebijakan Kantor Dinas Pendidikan Provinsi /Kota/Kabupaten  dengan segenap jajarannya.
·         Pengawasan sekolah hendaknya merupakan bagian terpadu dari keseluruhan program pendidikan nasionaldan  merupakan seperangkat kegiatan yang terpogram berdasarkan kebutuhan sekolah, kemampuan, dan fasilitas yang tersedia, serta ketentuan yang telah ditetapkan.
·         Pengawasan sekolah hendaknya bertujuan membantu tercapainya situasi belajar mengajar dan kemampuan profesional guru yang makin menunjang pencapaian tujuan pendidikan.
·         Pengawasan sekolah hendaknya dilaksanakan dengan memperhatikan  lingkungan masyarakat dan pola budaya yang hidup di dalamnya dan khususnya dalam sekolah (Sub-culture)
·         Pengawasan sekolah hendaknya berorientasi pada tujuan, dan bersifat flexible dan menggunakan cara-cara kerja ilmiah dalam bidang pendidikan dan pengajaran relevan.
·         Pengawasan sekolah hendaknya hendaknya mencakup pengawasan terhadap pelaksanaan  pengelolaan organisasi sekolah dan pelaksanaan kegiatan pengajaran.
·         Pengawasan sekolah hendaknya bersifat kooperatif, konstruktif , dan profesional dalam arti memberikan pelayanan yang beradab, bermutu dan tepat waktu.

6.      Jelaskan fungsi - fungsi pengawas sebagai berikut:
a.      Supervisor
Peranan seorang supervisor ialah menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga guru-guru merasa aman dan bebas, dalam mengembangkan potensi dan daya kreasi mereka dengan penuh tanggung jawab. Suasana yang demikian hanya dapat terjadi bila kepemimpinan dari supervisor itu bercorak demokratis buka otokratis atau laissez faire. Kebanyakan guru seolah-olah mengalaami kelumpuhan tanpa inisiatip dan daya kreatip karena supervisor dalam meletakkan interaksi dan interelasi, yang bersifat mematikan kemungkinan-kemungkinan perkembangan ini.[13]
b.      Evaluator
Maka pengawas harus melakukan langkah awal, yaitu melakukan pengukuran seperti kehadiran, kerajinan dan pribadi para guru, tenaga kependidikan, administrator sekolah dan siswa. Data hasil pengukuran tersebut kemudian di bandingkan yang akhirnya dilakukan evaluasi. Evaluasi yang bisa dilakukan , misalnya terhadap program, pelakuan guru terhadap siswa, hasil belajar, perlengkapan belajar, dsb.
c.       Counselor
Maka seorang pengawas berkewajiban untuk memberikan pembinaan dan bimbingan kepada para guru dan tenaga kependidikan lainnya. Namun sebelum memberikan pembinaan dan bimbingan kepada orang lain maka pengawas harus membina dirinya sendiri.
d.      Motivator
Maka pengawas harus selalu memberikan motivasi kepada guru dan tenaga kependidikan lainsehingga mereka bersemangat dan bergairah dalam menjalankan tugasnya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Motivasi bisa diberikan dalam bentuk hadiah atau hukuman baik hukuman fisik maupun nonfisik.[14]
e.       Konsultan
 Dalam KBBI, kata konsultan mengandung makna "Ahli/pakar yang mempunyai tugas memberi petunjuk, pertimbangan, atau nasihat dalam suatu kegiatan. Dapat juga dikatakan dalam arti yang sederhana bahwa seorang konsultan adalah penasehat bagi klien nya. karena klien kita adalah sekolah binaan, maka seharusnyalah kita pengawas sekolah memahami permasalahan-permasalahan yang ada di sekolah binaan, utamanya tentang peningkatan mutu atau kinerja sekolah.
7.      Jelaskan program pengawasan sekolah mencakup:
a.      Penilaiaan kinerja
Penilaian kinerja yang akan dilakukan terhadap:
·         Kepala sekolah.
·         Pendidik (guru).
·         Tenaga kependidikan lain (tenaga administrasi, tenaga laboratorium, dan tenaga perpustakaan).
b.      Pembinaan
Pembinaan yang akan dilakukan terhadap :
·         Organisasi sekolah dalam persiapan menghadapi akreditasi sekolah
·         Kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah.
·         Guru dalam hal perencanaan, pelaksanaan dan penilaian proses pembe-lajaran/bimbingan berdasarkan kurikulum yang berlaku
·         Tenaga kependidikan lain (tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium).
·          Penerapan berbagai inovasi pendidikan/pembelajaran
·         Pengawas pada jenjang di bawahnya dalam bentuk bimbingan untuk melaksanakan tugas pokok kepengawasan.
c.       Pemantauan
Pemantauan yang akan dilakukan terhadap:
·         Pengelolaan dan administrasi sekolah
·          Pelaksanaan delapan standar nasional pendidikan
·          Lingkungan sekolah
·         Pelaksanaan ujian sekolah dan ujian nasional
·         Pelaksanaan penerimaan siswa baru
·         Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler dan sarana belajar
Daftar Pustaka

Ametembun, Supervisi Pendidikan. Bandung: Suri. 1981.
Anita Lie. Dkk. Menjadi Sekolah Terbaik. (Jakarta: Tanoto Foundation. 2014)
E. Mulyasa. Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah. (Jakarta: Bumi Aksara.         2013)
Ibrahim Bafadal. Dasar – Dasar Manajemen dan Supervisi Taman Kanak – kanak.           (Jakarta: PT. Bumi Aksara. 2012)
Ketut Jelantik. menjadi kepala sekolah yang Profesional. (Yogyakarta. CV. Budi   Utama. 2015)
Nadhirin. Supervisi Pendidikan Interatif Berbasis Budaya. Yogyakarta: Idea Press Yogyakarta. 2009.
Nurkholis. Manajemen berbasis sekolah. PT. Grasindo.
Piet A.  Sahertian. Frans Mataheru. Prinsip dan Tehnik Supervisi Pendidikan.         Surabaya: Usaha Nasional. 1981
Said Suhi Achmad. Profesi kependidikan kegiatan 6.
Soetjipto dan Raflis Kosasi. Profesi Keguruan. (Jakarta: Rieneka Cipta. 2009)
Suharsimi Arikunto. Dasar - Dasar Supervisi. (Jakarta: Rieneka Cipta. 2004.
Syaiful Sagala. Supervisi Pembelajaran. (Bandung : Alfabeta. 2010)
Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI. Manajemen Pendidikan. Bandung. 2015.


[1] Ibrahim Bafadal, Dasar – Dasar Manajemen dan Supervisi Taman Kanak – kanak, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2012) h. 72
[2] Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI, Manajemen Pendidikan, (Bandung, 2015) h. 312
[3] Ketut Jelantik, menjadi kepala sekolah yang Profesional, (Yogyakarta, CV. Budi Utama, 2015) h.84
[4] Syaiful Sagala, Supervisi Pembelajaran, (Bandung : Alfabeta. 2010) h. 15
[5] Anita Lie, Dkk. Menjadi Sekolah Terbaik, (Jakarta: Tanoto Foundation, 2014) h.86
[6] N.A. Ametembun, Supervisi Pendidikan, (Bandung: Suri, 1981) h. 71
[7] Suharsimi Arikunto, Dasar - Dasar Supervisi, (Jakarta: Rieneka Cipta, 2004) h. 38-39
[8] Syaiful Sagala, Supervisi pembelajaran dalam Profesi Pendidikan, (Bandung:Alfabeta, 2010) h. 195
[9] E. Mulyasa, Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah, (Jakarta: Bumi Aksara, 2013) h. 250-252
[10] Soetjipto dan Raflis Kosasi, Profesi Keguruan, (Jakarta: Rieneka Cipta, 2009) h. 249
[11] Nadhirin, Supervisi Pendidikan Interatif Berbasis Budaya, Yogyakarta: Idea Press Yogyakarta, 2009, hal 129-130
[12] Said Suhi Achmad. Profesi kependidikan kegiatan 6. H. 137-138
[13] Piet A.  Sahertian, Frans Mataheru, Prinsip dan Tehnik Supervisi Pendidikan, Surabaya: Usaha Nasional, 1981, hal. 31-32
[14] Nurkholis, Manajemen berbasis sekolah, h. 120 -121

Tidak ada komentar:

Posting Komentar