BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Penelitian merupakan suatu kegiatan
ilmiah untuk memperoleh informasi yang
kita perlukan. Dalam makalah kali ini kami akan membahas tentang Study
Kepustakaan dan Penelitian Tindakan Kelas. Dalam studi kepustakaan dilakukan sebelum pemilihan
masalah, penelaah kepustakaan termasuk memperoleh ide tentang masalah apa yang
paling terbaru untuk di rumuskan dalam penelitian dengan mengadakan survei
terhadap data yang telah ada, si peneliti bertugas menggali teori- teori yang
telah berkembang dalam bidang ilmu yang berkepentingan, mencari metode - metode
serta teknik penelitian, baik dalam mengumpulkan data atau dalam menganalisa
data, yang pernah di gunakan oleh peneliti terdahulu, memperoleh orientasi yang
lebih luas dalam permasalahan yang di pilih, serta menghindarkan terjadinya
duplikasi - duplikasi yang di inginkan.
Penelitian
Tindakan Kelas secara langsung berkorelasi dengan upaya guru untuk memperbaiki
atau meningkatkan kualitas kinerjanya, utamanya dalam proses pembelajaran di
kelas. Banyak sekali persoalan yang dihadapi guru dalam kegiatan
pembelajaran yang ia hadapi, dan jika
masalah tersebut tidak dapat diatasi maka akan menghambat tujuan pembelajaran
yang akan dicapai.
1.2
Rumusan
Masalah
1.
Apa pengertian
dari study kepustakaan?
2.
Apa pengertian dari tindakan kelas
(PTK)?
3.
Bagaimana
penyusunan proposal penelitian tindakan kelas?
1.3
Tujuan
1.
Untuk
mengetahui makna dari study kepustakaan dan tindakan kelas.
2.
Untuk
mengetahui penyususnan proposal penelitian tindakan kelas.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Studi Kepustakaan
Studi kepustakaan dapat diartikan
sebagai suatu langkah untuk memperoleh informasi dari penelitian terdahulu yang
harus dikerjakan, tanpa memperdulikan apakah sebuah penelitian menggunakan data
primer atau data sekunder, apakah penelitian tersebut menggunakan penelitian
lapangan ataupun laboratorium atau didalam museum.
Jadi yang dimaksud dengan studi
kepustakaan adalah segala usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk menghimpun informasi
yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Studi
kepustakaan merupakan langkah yang penting sekali dalam metode ilmiah untuk
mencari sumber data sekunder yang akan mendukung penelitian dan untuk
mengetahui sampai ke mana ilmu yang berhubungan dengan penelitian telah
berkembang.[1]
Sumber Sekunder data dapat di peroleh langsung dari lapangan
termasuk laboratorium. Ini disebut sumber primer. Sumber dari bahan bacaan
disebut sumber sekunder. Sumber - sumber sekunder terdiri atas berbagai macam,
dari surat pribadi, kitab harian, notula rapat perkumpulan, sampai dokumen - dokumen
resmi dari berbagai instansi pemerintah.
Perpustakaan, setiap penelitian memerlukan bahan yang bersumber
dari perpustakaan. Bahan ini meliputi buku-buku, majalah-majalah, pamphlet dan
bahan dokumentar lainnya. Sumber perpustakaan di perlukan :
Untuk mengetahui apakah topic penelitian kita telah diselidiki
orang lain
a.
Sebelumnya,
sehingga pekerjaan kita tidak merupakan duplikasi
b.
Untuk
mengetahui hasil penelitian orang lain dalam bidang penelitian kita, sehingga
kita dapat memanfaatkan bagi penelitian kita.
c.
Untuk
memperoleh bahan yang mempertajam orientasi dan dasar teoritis kita tentang
masalah penelitian kita.
d.
Untuk
memperoleh informasi tentang teknik - teknik penelitian yang telah di terapkan.[2]
Sitem pelayanan perpustakaan secara umum di bagi menjadi dua
:
a.
Sistem tertutup
Pada
pelayanan tertutup pembaca tidak dapat langsung ke rak buku untuk memilih buku
atau bacaan lainya, pembaca hanya dapat mengetahui koleksi yang ada pada
perpustakaan tersebut melalui katalog. Si bembaca hanya dapat mencatat nomer
atau literatur yang diinginkan dan meyerahkna pada petugas, petugas yang
mancarikan buku di rak.dan petugaslah yang menyerahkan pada pembaca.
b.
Sistem terbuka
Jika
perpustakaan tersebut menganut sistem terbuka, si bembaca dapat langsung menuju
ke rak buku, Biasanya susuna buku pada rak berdasarkan topik umum, Pada sistem
ini si pembaca dapat melihat langsung dan mendapatkan bahan yang dia cari.
Resiko pada perpustakaan terbuka ini adalah tidak adanya jaminan bahwa buku
–buku atau bahan lainya akan terbawa oleh si pembaca.[3]
Isi
studi kepustakaan dapat berbentuk kajian teoristis yang pembahasannya dapat di
fokuskan pada informasi sekitar permasalahan penelitian yang hendak dipecahkan
melalui penelitian. Misalnya, jika seorang peneliti hendak mengungkapkan
tentang pengaruh prestasi belajar di lihat dari faktor - faktor : hubungan anak
dengan orang tua, dan status orangtua, maka peneliti dapat melakukan studi
kepustakaan yang berhubungan dengan : teori sosiologi, dan psikologi pendidikan
anak dalam peranan orangtua, dan jenis pekerjaan.[4]
2.2 Pengertian Penelitian tindakan Kelas
Penelitian tindakan kelas atau PTK (Classroom Action Research) memiliki
peranan yang sangat penting dan strategis untuk meningkatkan mutu pembelajaran
apabila di implementasikan dengan baik dan benar. Penelitian tindakan kelas merupakan bagian
dari penelitian tindakan (action research), dan penelitian tindakan ini
bagian dari penelitian pada umumnya.
Penelitian tindakan kelas dapat juga diartikan suatu kegiatan
ilmiah yang di lakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan cara merancang,
melaksanakan, mengamati, dan merefleksikan tindakan melalui beberapa siklus
secara kolaboratifdan pertisipatif yang bertujuan untuk memperbaiki atau
meningkatkan mutu proses pembelajaran di kelas.[5]
Jenis penelitian ini harus di lakukan di dalam bidang pengembangan
organisasi, management, kesehatan pendidikan dan sebagainya. Di bidang pendidikan
penelitian ini dapat dilakukan pada skala makro maupun mikro. Dalam skala mikro
misalnya di lakukan di dalam kelas waktu berlangsungnya suatu kegiatan
belajar-mengajar untuk suatu pokok bahasa tertentu pada suatu mata pelajaran.
Ada beberapa alasan mengapa PTK merupakan suatu kebutuhan bagi
seorang guru untuk meningkankan profesionalisme seorang guru.
1.
PTK
sangat kondusif untuk membuat guru menjadi peka dan tanggap terhadap dinamika
pembelajaran di kelasnya. Para guru menjadi reflektif dan kritis terhadap apa
yang ia dan muridnya lakukan.
2.
PTK
dapat meningkatkan kinerja guru sehingga menjadi professional. Guru tidak lagi
sebagai seorang pratisi, yang sudah merasa puas terhadap apa yang di kerjakan
selama bertahun-tahun tanpa ada upaya perbaikan dan inovasi. Namun juga sebagai
penelitin bidangnya.
3.
Dengan
melaksanakan tahap-tahap dalam PTK, guru mampu memperbaiki proses pembelajaran
mengenai suatu kajian yang dalam terhadap apa yang terjadi di kelasnya.
Tindakan yang di lakukan guru semata-mata didasarkan pada masalah actual dan
factual yang berkembang di kelasnya.
4.
Pelaksanaan
PTK tidak mengganggu tugas pokok seorang guru karena dia tidak perlu
meninggalkan kelasnya. PTK merupakan suatu kegiatan penelitian yang
terintegrasi dengan pelaksanaan proses pembelajaran.
5.
Dengan
melaksanakan PTK guru menjadi kreatif karena selalu dituntut untuk melakukan
upaya-upaya inovasi sebagai implementasi dan adaptasi berbagai teori dan teknik
pembelajaran serta bahan ajar yang di pakainya. Dalam setiap kegiatan, guru
diharapkan dapat mencermati kekurangan dan mencari berbagai upaya sebagai
pemecahan. Guru diharapkan dapat menjiwai dan selalu “ber PTK”.[6]
Adapun karakteristik dan
tujuan penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut :
1.
Masalah
yang di teliti adalah masalah rill atau nyata dari dunia kerja peneliti atau
yang ada dalam kewenangan atau tanggung jawab peneliti.
2.
Berorientasi
pada pemecahan masalah. PTK yang di lakukan sebagai untuk memecahkan
masalah yang di hadapi oleh vuru dalam
PBM di kelasnya melalui suatu tindakan tertentu sebagai upaya menyempurnakan
proses pembelajaran di kelasnya.
3.
Berorintasi
pada peningkatan mutu.
4.
Ciclic
(siklus)konsep tindakan action, dalam PTK di terapkan melalui urutan beberapa
tahap daur ulang. Siklus PTK terdiri dari empat tahapan, yakni perencanaan
tindakan, melakukan tindakan, pengamatan atau observasidan analisis atau
refleksi.
5.
Action
oriented, tindakan dalam PTK adalah sebagai alat atau cara untuk memperbaiki
masalah dalam PBM yang di hadapi guru di kelas.
6.
Pengkajian
terhadap dampak tindakan.
7.
Specific
contextual
8.
Dilaksanakan
secara kolaboratif dan bermitra dengan pihak lain
9.
Peneliti
sekaligus sebagai praktisi yang melakukan refleksi, refleksi yaitu mulai dari
mengevaluasi tindakan sampai dengan memutuskan masalah itu tuntas atau perlu
tindak lain dalam siklusnya.
10.
Dilaksanakan
dalam rangkaian langkah dengan beberapa siklus dimana dalam satu siklus terdiri
dari tahapan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.
Sedangkan tujuannya adalah :
1.
Untuk
memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di dalam kelas yang diambil langsung
dalam interaksi aantara guru dengan siswa yang sedang belajar, meningkatkan
profesionalisme seorang guru, dan menumbuh kembangkan budaya akademik di
kalangan guru.
2.
Peningkatan
kualitas praktik pembelajaran di kelas secara terus-menerus mengingat
masyarakat berkembang secara cepat.
3.
Peningkatan
relevansi pendidikan.
4.
Sebagai
alat training in-service yang melengkapi guru dengan skill dan metode baru,
mempertajam kekuatan analisisnya dan mempertinggi kesadaran dirinya.
5.
Alat
penambahan memasukkan keinovativan dalam pembelajaran.
6.
Peningkatan
mutu hasil pendidikan melalui perbaikan praktik pembelajaran di kelas dengan
mengembangkan berbagai jenis keterampilan dan meningkatkan motivasi belajar
siswa.
7.
Meningkatkan
sikaf profesionalisme pendidik dan tenaga pendidikan.
8.
Menumbuh
kembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah.
9.
Peningkatan
efesiensi pengelolaan pendidikan.[7]
Jenis-jenis penelitian :
1.
Munurut
tujuannya antara lain :
a)
Penelitian
explorative yang di lakukan oleh penelitian untuk mengetahui sesuayu dengan
cara menggali atau mengexpor
b)
Penelitian
dekskriptif, dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan informasi atau data
tentang fenomena yang di teliti, misalnya kondisi sesuatu atau kejadian, atau
factor-faktor terjadinya sesuatu.
c)
Penelitian
experiment, adalah penelitian yang di lakukan untuk meneliti yang di lakukan
untuk mengetahui akibat dari adanya perlakuan yang dilakukan dengan sengaja
pada subjek. Dengan kata lain penelitian experiment ini di lakukan untuk mengetes
suatu hipotesis.
d)
Penelitian
evaluasi, adalah penelitian yang di lakukan untuk mengetahui keterlaksaan suatu
kebijakan. Jika ada hambatan, dapat di ketahui apa hambatan tersebut kemudian
dapat menentukan cara-cara dalam rangka mengatasi hambatan yang di maksud.
2.
Menurut
model penelitiannya, di bedakan menjadi dua jenis yaitu :
a)
Penelitian
kuantitatif, yang di lakukan dengan cara menggambarkandata dalam bentuk
angka-angka yang sifatnya kuntitatif, sehingga dapat di gunakan untuk
meramalkan kondidi yang lebih luas yaitu populasi dan masa yang akan datang.
b)
Penelitian
kualitatif yang di lakukan secara cermat, mendalam dan rinci sehingga dapat
mengumpulkan data yang sangat lengkap dan dapat menghasilkan informas yang
dapat menunjukkan kualitas sesuatu.
3.
Menurut
keberadaan atau tersedianya data, di bedakan menjadi :
a)
Penelitian
experiment, seperti sudah disebutkan, di lakukan penelitian untuk memunculkan
perlakuan atautratment, jadi penelitian experiment belum tersedia sebelum
perlakuan di lakukan.
b)
Penelitian
non eksperimen, penelitian yang dilakukan terhadap data yang sudah adaatau
tersedia tanpa ditimbilkan oleh adanya perlakuan atau treatment. Dalam
penelitian eksperimen ini penelitian mencermati dampak atau akibat dari
pemberia sebuah perlakuan.[8]
2.3 Praktik Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Kelas
Proposal merupakan jalan pikiran tertulis dan masih merupakan
rancangan kegiatan penelitian yang bersifat tentative. Dalam garis besarnya
proposal PTK memuat :
1.
Judul
Penelitian
Judul PTK harus di rumuskan secara singkat, padat, spesifik, dan
tidak memberi kemungkinan penafsiran yang beragam, serta mencerminkan
permasalahan pokok yang akan di pecahkan.
2.
Bidang
Kajian
Sebutkan dengan jelas bidang kajian yang akan di teliti dalam PTK
secara umum misalnya bidang ppendidikan, bidang social, bidang agama, dan
lain-lain. Sedangkan secara khusus dapat di sebutkan bidang studi dan
bagian-bagian yang di teliti, seperti media pembelajaran, metode pembelajaran,
dan penilaian pembelajaran.
3.
Latar
Belakang Masalah
Latar belakang masalah berisi tentang uraian keresahan, kepenasaan,
dan hal-hal yang mendorong penelitian tersebut dilakukan. Tentang mengapa
masalah tersebut perlu di teliti, pentingnya masalah dan mendesak untuk di
pecahkan, serta dapat di laksanakan sesuai dengan waktu yang tersedia, biaya,
dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian, dan lain-lain.
4.
Identifikasi
dan Perumusan Masalah
Identifikasi masalah merupakan kegiatan untuk mendeteksi, melacak,
dan menjelaskan berbagai aspek permasalahan yang berkaitan dengan topic
penelitian dan masalah yang akan di teliti.
5.
Cara
Memecahkan Masalah
Cara memecahkan masalah adalah cara, prosedur, atau tindakan yang
akan dilakukan dalam pemecahan masalah dalam PTK dimulai dengan menguraikan
alternative tindakan yang akan dilakukan, dengan pendekatan yang sesuai kaidah
penelitian tindakan kelas. Cara memecahkan masalah di tentukan berdasarkan akar
masalahnya, yang dirumuskan dalam bentuk tindakan action sebagai solusi
terhadap masalah yang di hadapi.
6.
Hipotesis
Tindakan
Hipotesis tindakan merupakan jawaban sementara terhadap masalah
yang dihadapi, sebagai alternaif tindakan yang dipandang paling tepat untuk
memecahkan masalah yang telah dipilih untuk di teliti melalui PTK.
7.
Tujuan
dan Kegunaan Penelitian
Tujuan PTK dirumuskan berdasarkan topic atau masalah penelitian
tujuan PTK merupakan keinginan peneliti atas hasil tindakan dengan
mengetengahkan indicator-indikator yang hendak ditemukan, terutama yang
berkaitan dengan variable penelitian.
8.
Kajian
Teori
Dalam PTK teori-teori yang relevan dapat digunakan untuk
menjelaskan masalah penelitian, sebagai dasar mrngembangkan pedoman penelitian.
Oleh karena itu kajian teori memegang peranan sangat penting dalam membangun
kerangka pikir atau konsep yang akan di gunakan dalam penelitian. Kajian teori
dapat berupa kutipam, definisi masalah penelitian, dan penemuan penelitian
sebelumnya yang mengungkap teori, penemuan, dan penelitian yang relevan dan
mengandung pilihan untuk memecahkan masalah PTK.
9.
Rencana
dan Prosedur Penelitian
Rencana dan Prosedur penelitian PTK menguraikan berbagai metode dan
prosedur yang akan ditempuh, sifatnya operasional dan menjelaskan kegiatan yang
akan dilakukan dalam penelitian.
10.
Jadwal
Kegiatan
Jadwal kehiatan merupakan urutan kerja mulai dari awal sampai
penyusunan laporan PTK. Jadwal kegitan tersebut mencakup kegiatan apa saja yang
akan dilakukan dan kapan pelaksanaannya.
11.
Pembiyayaan
Perinci dengan jelas semua biaya yang di perlukan untuk PTK yang
akan dilakukan. Rencana pembiyayaan ini lebih baik jika di tampilkan dalam
bentuk table sehingga mudah di pahami oleh berbagai pihak yang berkepentingan.
12.
Personalia
penelitian
Tuliskan tim peneliti yang terlibat dalam PTK disertai dengan
rincian tugas masing-masing.
13.
Daftar
Pustaka
Tuliskan bahan-bahan pustaka yang di jadikan rujukan dalam PTK yang
diusulkan.
14.
Lampiran-lampiran
Lampirkan bahan-bahan yang di perlukan dalam PTK antara lain :
a)
Silabus
b)
Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
c)
CD
pembelajaran
d)
Lembar
Kerja Siswa (LKS)
e)
Soal
pre dan pos tes
f)
Dafat
riwayat hidup peneliti.[9]
[1] Ph.D, Nazir, Moh. Metode
Penelitian, (Jakarta : Ghalia Indonesia : 2006), hal.116
[2] S Nasution, Metode
Research, (Jakarta : Bumi Aksara,2011) hal146
[4] Sukardi, Metodologi
Penelitian Pendidikan, (Jakarta : Bumi Aksara,2011), hal.38
[5] Kunandar, Penelitian
TIndakan Kelas, (Jakarta : PT Grafindo Persada,2008), hal.46
[6] Zainab Aqib, Penelitian
Tindakan Kelas, (Bandung : Yrama Widya, 2009), hal.13-14
[7]
Ibid, Kunandar, hal.58-64
[8] Ibid,
Zainal Aqib, hal.14-16
[9] Mulyasa, Praktik
Penelitian Tindakan Kelas, (Bandung : Remaja Rosdakarya,2009), hal.59-74